Jumat, 03 Januari 2014

MEDIA PENYULUHAN KEHUTANAN


Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan penyuluhan kehutanan adalah penyampaian informasi kehutanan kepada penggunanya. Informasi kehutanan tersebut bisa disampaikan secara langsung dengan tatap muka atau tidak langsung dengan menggunakan media penyuluhan kehutanan.

Penggunaan media penyuluhan kehutanan  akan membantu memperjelas informasi yang disampaikan kepada penggunanya, karena dapat lebih menarik, lebih interaktif, dapat mengatsi batasan ruang, waktu dan indera manusia. Agar informasi yang disampaikan bisa lebih jelas dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan yang akan dicapai maka informasi tersebut perlu dikemas sesuai dengan karakteristik dari setiap media yang digunakan ( Zakaria. A, 2002).

Media penyuluhan kehutanan adalah segala bentuk benda yang berisi pesan atau informasi yang dapat membantu kegiatan penyuluhan kehutanan. Media penyuluhan kehutanan berguna untuk mengefektifkan komunikasi antar sumber informasi dan penerima (komunikan).

Media penyuluhan kehutanan disebut juga sebagai alat bantu penyuluhan kehutanan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa dan dicium dengan maksud untuk memperlacar komunikasi.

Landasan teoritis pentingnya penggunaan media penyuluhan kehutanan adalah:
1). Peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku merupakan hasil suatu proses belajar dalam    kegiatan penyuluhan kehutanan, yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh efektivitas media penyuluhan kehutanan.
2). Efektivitas penggunaan media penyuluhan kehutanan sangat ditentukan oleh benyakanya indera penerimaan yang terlibat. Semakin banyak indera yang digunakan, penyampaian pesan penyuluhan kehutanan semakin mudah dimengerti. Berikut tabel yang menujukan perbedaan penerimaan materi penyuluhan dengan menggunakan berbagai indera menurut Zakaria, A. (2002):

Cara penerimaan Informasi yang
diingat setelah 3 hari :
  1. Hanya lewat pendengaran 10%
  2. Hanya lewat penglihatan 20%
  3. Mendengar dan melihat 40%
  4. Mendengar, melihat dan melakukan 70%
Jenis media yang tersedia sangat banyak dan berkembang terus dengan kemajuan teknologi. Media dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara, tapi yang penting bukanlah klasifikasinya, tetapi bagaimana media itu dapat digunakan secara tepat. Setiap media mempunyai karakteritik yang berbeda. Media yang paling efektif dikondisi tetentu, belum tentu efektif pada kondisi yang lain (Darmawan, dkk. 2005).  Masing-masing golongan media itu mempunyai keunggulan dan kelemahan serta karakteristik yang berbeda.( Zakaria, A. 2002).

Berdasarkan jumlah sasaran menurut Darmawan dkk. (2005), dibadakan menjadi media masa dan media antar perorangan. Lebih terinci lagi media dikelompokan berdasarkan bentuknya menurut Soeharto, N.P. (2005), menjadi :
  1. Media Penyuluhan Cetak
  2. Media Penyuluhan Audio
  3. Media Penyuluhan Audio Visual
  4. Media Penyuluhan Obyek Fisik
Karakteristik Umum Media Penyuluhan:
  • Media Massa, karakteristik umum:
  1. Menjangkau banyak orang, tetapi tingkat pengaruhnya rendah
  2. Menjangkau khalayak baru dan hanya sebatas pada tingkat kesadaran
  3. Bertujuan untuk memperkenalkan program atau pesan diwilayah tertentu
  • Media Antar Perorangan, karakteristik umum:
  1. Biasanya diperlukan untuk merubah sikap atau perilaku
  2. Mempunyai pengaruh besar terhadap sedikit orang
  3. Memungkinkan adanya pertanyaan dan umpan balik
  • Media Audio/Video, karakteristik umum:
  1. Dapat digunakan oleh perorangan atau kelompok
  2. Memerlukan peralatan
  3. Memungkinkan penayangan suatu demontrasi, gerakan dan warna
  4. Beberapa indera bisa terlibat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar